,


Senin, 03 Oktober 2011 - 16:03:53 WIB
Reses 8 Dewan DPR RI Tak Jelas, Mahasiswa STAIS Gelar Demo
Kategori: Parlemen - Dibaca: 470 kali

Kedungjajang - Mahasiswa gerah dengan kelakukan 8 anggota DPR RI pusat dapil IV (Lumajang-Jember) setiap melakuan Reses (Serap Aspirasi) tidak tepat sasaran. Akibatnya, Ratusan Mahasiswa STAIS Syarifuddin yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi demo di Depan Gedung DPRD Lumajang, Senin (03/10). 

Mahasiswa meminta pada DPRD Lumajang untuk meminta laporan pertanggung jawaban 8 anggota DPR RI mengenai penggunaaan dana reses. 8 Anggota DPR RI asal dapil Lumajang yang dipertanyakan penggunana dana resesnya yakni, Nazarudin dan Subagyo (Demokrat), Hj. Masyitah dan H. Nur Yasin (PKB), Arif Widodo dan Dodos Sumarwoto (PDI-P), Dohif Farisi (Gerindra) dan Taufik Hiodayat (Golkar).


Baha'udin selakuk juru bicara aksi demo mengatakan, 8 anggota DPR RI pusat tidak pernah melaporkan penggunaan dana reses dari APBN. Apalagi setiap reses, tidak pernah mewakili keinginan masyarakat Lumajang khususnya. "Masak reses hanya pada kroni-kroninya," ungkapnya.

Mahasiswa melihat, dalam setahun penggunaan dana reses anggota dewan pusat bisa menghabiskan dana kurang lebih belasan milyar. Anggaran reses bagi setiap satu anggota DPR RI, sebesar Rp. 83.664.900, ditambah dana sosialisai UUD 45 dan keteta[an MPR RI senilai 21,8 juta. Jika dijumlah satu kali Aspirasi bisa mencapai 105,4 juta. "Sethaun, anggota dewan bisa menghabisakn dana 316 juta rupiah," ujarnya.

Dalam aksinya, ratusan mahasiswa dijaga oleh puluhan personil polisi. Mereka juga mengelar aksi teaterikal mengecam tindakan 8 anggota DPR RI yang melakukan reses belum dinikmati masyarakt Jember dan khususnya Lumajang. (adm)