,


Sabtu, 01 Oktober 2011 - 17:24:19 WIB
CJH Miskin Lumajang Ada Diskriminasi, Kasi Haji Kamenag Membantah
Kategori: Gaya Hidup - Dibaca: 331 kali

Lumajang - Adanya 31 Calon Jama'ah Haji  (CJH)tidak ikut Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) alias Miskin terdepak dari Klonter 63-64 setelah ada CJH tambahan atau susulan. Ini persoalan bagi pelayanan haji di Lumajang yang terkesan ada diskriminasi di CJH yang ikut KBIH dan Mandiri.

Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Lumajang, Mudhofar membantah, pihaknya melakukan diskriminasi pada CHJ mandiri dikarenkaan tidak ikut kloter Lumajang. Pasalnya, pihaknya hanya bagian mengajukan pada Kamenag Jatim dan hasilnya sesuai dari atas. "Ini kebijakan dan ketentuan Jawa Timur," jelasnya.

  Sebenarnya, CJH Lumajang diberi kuota 826 orang dan dilakukan pelunasan pada bulan Agustus lalu. Namun, dari kebijakan Kamenag Wil Jatim, Lumajang diminta untuk menambah usulan menjadi 912 di awal bulan Setempber.

"Kami tidak melakukan diskriminasi, ini sudah kebijakan dari Kamenag Jatim," jelasnya.

  M. Fairil Ulum salah satu CJH Mandiri mengatakan, dirinya sebenarnya masuk dalam 826 CJH yang berangkat kloter di Lumajang. Namun, saat ada penambahan CJH yang ikut KBIH, malah tersingkir untuk berangkat 32 oktober. "Ini jelas kami dirugikan, yang jelas pengelolaan pemberangkat haji Lumajang banyak indikasi, itu dugaan saya," jelasnya.

  31 CJH Mandiri di Lumajang, tambah Mudhofar ada yang akan diikuti kloter 65 Probolinggo sebanyak 12 orang. Sednagkan 19 CJH mandiri lainya masih belum diketahui akan berangkat melallui kloter mana. "Kabarnya sisanya masuk kloter 88-89, tapi itu terserah jawa timur," ungakp Mudhofar. (adm)