,


Minggu, 14 April 2013 - 15:10:27 WIB
Semoga ...Konflik Pemilukada Lumajang Tidak Akan Terjadi Pada Kampanye Terbuka
Kategori: Kabar Redaksi - Dibaca: 1278 kali

Lumajang-Siklus lima tahunan Pemilukada Kabupaten Lumajang 29 Mei 2013 tinggal menghitung hari. Namun, berbagai persoalan selalu muncul ketika perhelatan pesta rakyat Lumajang ini akan digelar. Baik secara langsung maupun tidak langsung,diantaranya, biaya penyelengaraan dan persaingan tajam ditinggkat grasroot yang sampai saat ini rentan terjadinya konflik horizontal. Diharapkan, pemerintah Kabupaten Lumajang dan aparat keamanan harus berupaya menjadikan pelaksanaan Pemilukada Lumajang berlangsung bersih,aman,damai dan jauh dari konflik. 

Jujur harus diakui, hingar bingarnya Pemilukada kabupaten lumajang memang tidak seramai dengan kabupaten lain. Dan hal itu merupakan hal yang wajar, karena dalam hal ini ada perbedaan dengan daerah lain,seperti jumlah penduduk, tingkat partisipasi dan jumlah calon yang muncul.

Jelas sekali Pemilukada kabupaten Lumajang gaungnya tidak akan sebesar kabupaten tetangga , seperti Jember Dan Probolinggo. Dan kalau boleh kita berkata jujur, membandingkan Pemilukada Lumajang dengan dua kaupaten tetangga dalam percaturan politik, tentunya tidak seimbang.apalagi banyak faktor yang membuat situasi pemilkuda lumajang itu terjadi. Dan tidak bisa dipungkiri jika suhu poltik di kabupaten Lumajang ini sesungguhnya sangat tajam.  Dikarenakan, dalam sejarahnya dalam tahun ini Lumajang terjadi konflik besar yang tidak lepas dari peran elit politik. Ditambah lagi ego penguasa. Pemilukada yang menghimpun banyak orang dan rawan akan gesekan yang diyakini bisa berdampak terjadinya konflik.

Sekarang ini banyak isu yang dikembangkan berkaitan dengan jelang Pemilukada Lumajang 29 Mei 2013.Salah satunya isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).apalagi budaya masyarakat lumajang adalah suku campuran jawa-madura atau dengan kata lain (Pendalungan) dikuatkan lagi dengan beragamnya etnis, suku dan agama yang dimungkinkan akan terjadi konflik horizontal. Berkaitan dengan hal itu, Pemilukada kabupaten lumajang tidak lepas adanya konflik sosial.Seperti, semakin meruncingnya empat pasangan calon yang ada di Kabupaten Lumajang. Dimana empat pasangan calon Bupati dan wakil bupati ini merupakan kumpulan dari beragamnya etnis masyarakat yang sudah terwakili. 

Apalagi, pasca ditetapkan empat pasangan calon, sebagai calon cabup dan cawabub oleh KPUD Lumajang, tidak menutup kemungkinan akan terjadi gesekan antar pendukung yang mewakili etnis masing-masing, meski gesekan itu tidak terjadi secara terbuka. Karena masyarakat Lumajang sekarang ini masih mampu menahan diri meski banyak provokasi yang sampai saat ini dengan sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Potensi terjadinya konflik pemilukada di kabupaten Lumajang dimungkinkan akan terjadi,ketika empat pasangan calon Bupati dan wakil bupati ini pada kampanye terbuka. Prediksinya, siklus 5 tahunan sekarang ini akan menimbulkan konflik antar etnis di masyarakat kabupaten Lumajang. Dan pemicunya beraneka ragam,dan tidak menutup kemungkinan, pemilukada Lumajang akan membangkitkan adanya sentimen pribadi,etnis dan golongan, yang pada akhirnya akan terjadi konflik.
 
Oleh karena itu,banyak harapan masyarakat Lumajang agar dalam gelaran kampanye Pemilukada tidak terjadi konflik antar pendukung yang mengakibatkan kelangsungan proses demokrasi diLumajang. Karenanya, diharapkan pemerintah,aparat kemananan, KPUD lumajang dan semua lapisan masyarakat Lumajang harus bisa mengambil sikap dalam penyelenggaraan Pemilukada lumajang. Konflik terbuka bisa saja terjadi apabila masing-masing pihak yang berkepentingan mencoba menyulut api dan mengobarkan rasa kebencian. 

Dan sudah waktunya,sikap toleransi dalam Pemilkuda hukumnya wajib diciptakan,agar mampu menjaga keharmonisan dimasyarakat, Manakala hal itu tercipta,besar kemungkinan kabupaten Lumajang yang kita cintai ini akan kondusif, damai dan jauh dari konflik. Yang terpenting,masyarakatnya bisa hidup rukun dan damai. Amin.(*)