,


Kamis, 09 Agustus 2012 - 19:52:27 WIB
Ranuyoso Marah, Trust Building Polri Jalan Terus
Kategori: Kabar Redaksi - Dibaca: 887 kali

Sungguh tidak disangka dan dinyana, masyarakat Ranuyoso secara tiba-tiba menjadi beringas dengan merusak kantor Mapolsek setempat, Rabu Malam Kemarin. Padahal, latar belakang dari aksinya hanya dikarenakan pelepasan penadah sapi curian asal Probolinggo oleh petugas. Aksi warga yang melakukan anarkisme tidak dibenarkan hukum dan bisa merugikan masyarakat lainya. Karena Mapolsek Ranuyoso merupakan pusat pelayanan masyarakat.

Menyikapi soal anarkisme masyarakat Ranuyoso perlu dikaji dan dibedah, apa penyebabnya ? Kenapa bisa terjadi? Bagaimana ceritanya. Dari informasi yang berkembang dimasyarakat dan dimedia massa, masyarakat ranuyoso berbuat anarkis disebabkan dilepasnya penadah sapi curian warga oleh petugas. Warga menilai, petugas tidak profesional dalam penegakan hukum.

Kenapa bisa terjadi anarkisme, dimungkinkan kurang komunikasinya antara petugas dan masyarakat. Sebelum kasus penadah sapi curian ditangkap, Polsek Ranuyoso mengamankan warga Penawungan yang mencuri 7 tandan pisang ditahan. Akhirnya, warga membandingkan soal penanganan kasus penadah sapi curian dengan si pencuri tandan pisang.

Polisi jelas memiliki alasan, kenapa membebaskan si penadah sapi curian, apakah kurang barang bukti dan penyidikan. Namun, emosi warga yang memuncak mendapat informasi, si penadah sapi curian hasil tangkapnya dilepas, sehingga tidak sempat mengontrol dan terjadilan perusakan Mapolsek. Dimungkinkan aksi masyarakat kecamatan Ranuyoso diresahkan dengan maraknya maling sapi yang sering terjadi dan petugas sangat jarang sekali mengungkapnya. Sehingga, maraknya pencurian sapi dan kabar dilepasnya penadah sapi curian warga oleh petugas, memicu emosi yang mendalam kepada si penadah sapi dan pelakunya. Akibatnya Mapolsek menjadi korbannya.

Kini kasus penadah sapi curian diambil alih dan ditangani Polres Lumajang. Polisi kini melakukan penyelidikan dan penyidikan soal penyebabnya. Bahkan, Kapolres Lumajang, AKBP Susanto juga memeriksa anggotanya dalam kasus ini. Masyarakat yakin Polisi Lumajang akan memberikan pengayoman dan pelayanan yang baik. Polisi Mitra Masyarakat. Trust Building Polri jalan terus. Semoga ini menjadi pelajaran yang berharga bagi korps Polri untuk meningkatkan kinerjanya.

Siapa yang harus bertanggung jawab dengan sikap Masyarakat Ranuyoso Melakukan anarkisme?. Tentua semua pihak, pemerintah, DPRD, Aparat kepolisian, TNI dan Masyarakat sendiri, termasuk Tokoh Agama serta media massa. Masyarakat perlu dilakukan penyadaran soal hukum, bagaimana harus menyampaikan aspirasi mengenai hukum. Masyarakat jangan lagi dibodohi, karena informasi yang didapat masyarakat era kini sudah banyak melalui media massa dan berbagai forum seperti seminar.

Selain itu, perlu ada keteladanan pemimpin dalam menyikapi persoalan yang ada dimasyarakat dengan berkerja sesuai kewenangannya. Sehingga di Lumajang tidak ada lagi terjadi aksi anarkisme yang dilakukan Masyarakat. Anarkisme No, Penegakan Hukum Yes!.(red)