,


Jumat, 22 Juni 2012 - 17:46:38 WIB
Penjahat Goda Polisi
Kategori: Kabar Redaksi - Dibaca: 852 kali

Lumajang kembali " Diobok-obok ". Aksi kriminalitas di lumajang semakin beringas dan tak terkendali, yang akhirnya kota yang berjuluk kota pisang ini mendadak menjadi terkenal hingga pelosok negeri ini.Terkenalnya Kota Lumajang tidak lepas dari kerja keras dan solidnya teman-temen jurnalis Lumajang meliput kejadian demi kejadian . Lumajang bisa dikatakan  hampir setiap hari masuk dalam berita Tv, media cetak dan media Online.

Sungguh mencengangkan kota yang dikenal dengan "Adem ayem" ini mendadak melejit menjadi kota yang sangat menakutkan. Dalam kurun waktu yang relatif singkat , aksi nekat pelaku kejahatan dengan menjarah emas kembali menyeruak layaknya batu meteor yang terjatuh dari langit, hingga membuat kalang kabut aparat kepolisian Lumajang.

Rentetan kejadian aksi kejahatan itu,tak ayal membuat Kapolres Lumajang AKBP Susanto konsentrasinya terpecah. Apalagi dua kejadian pembobolan toko emas dan perampokan di lumajang ini terjadi dua hari berturut-turut. yakni terjadi pada hari Rabu dan kamis dini hari  (21-22/06/2012)

Dengan maraknya aksi kejahatan dua hari berturut-turut ini ternyata banyak memunculkan dugaan yang tidak sedap terhadap kinerja aparat penegak hukum kita ini. Dan persoalan ini juga sempat mengundang kecurigan berbagai elemen masyarakat terhadap dibalik maraknya aksi kejahatan di lumajang.

Apakah salah jika masyarakat sebagaian besar beranggapan jika maraknya aksi kejahatan ini sengaja untuk menjatuhkan image AKBP Susanto selaku Kapolres dan Reskrim Polres Lumajang? dugaan itu kita serahkan kepada Sang Pencipta Alam semesta ini.

Memang, sejak memimpin Polres lumajang, AKBP Susanto  sudah membuktikan lumajang menjadi kota yang aman dan nyaman sehingga rongga -rongga kehidupan masyarakat Lumajang menjadi bergairah  dan masyarakatnya pun bisa berkarya dan hidup adem ayem ada rasa takut.

Dan masyarakat Lumajang sangat optimis terhadap AKBP susanto dalam menjalankan tugas sebagai Polisi untuk bisa memberikan rasa Aman dan Nyaman di Bumi Lumajang ini. Menekan kriminalitas memang perlu kerja keras serta kerjasama polisi, pemerintah daerah dan masyarakat. Polisi memang bukan petugas pemadam kebakaran, tetapi aparat yang memiliki skil dalam menindak pelaku kejahatan. Semoga polisi Lumajang bukan polisi India, yang distigmakan, ada aksi kejahatan, datangnya setelah kejadian selesai atau bubar. Ayo pak Polisi, beri Kado hari di Bhayangkara ke 66..!(*)