Jumat, 15 Juni 2012 - 17:45:24 WIBAKBP Susanto : Diduga Ada Unsur Dendam Pembacokan Staf BPS
Kategori: Peristiwa - Dibaca: 255 kali
Kabarlumajang - Aksi pembacokan yang dialami oleh Abdul Motholib (43), salah seorang staf Badan Pusat statistik (BPS), Lumajang yang terjadi , Kamis (14/6) kemarin. Ternyata, diduga kuat motif pembacokan itu, karena adanya unsur dendam pribadi pelaku pada korban.
Kapolres Lumajang AKBP Susanto mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi, dugaan sementara yang melatar belakangi aksi pembacokan itu karena adanya unsur dendam atau persoalan pribadi lainnya. "Kalau dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, itulah sementara informasi yang kita dapatkan," ungkap Kapolres.
Kapolres mengaku akan terus mendalami peristiwa ini, untuk mengetahui apa sebenarnya motif pembacokan itu. Awalnya pihak kepolisian menduga jika peristiwa itu dilatar belakangi karena adanya unsure kejahatan jalanan (street crime) yang dilakukan pelaku untuk merampas harta korban. "Dalam waktu dekat akan bisa mengungkap semuanya, untuk itulah segala upaya telah dilakukan pihaknya," jelasnya.
Sementara untuk korban sendiri saat ini masih dalam perawatan intensif pihak rumah sakit Lumajang. Setelah melakukan operasi penyambungan beberpa urat tangan korban yang putus, kini korban kabarnya telah masuk diruang perawatan RS. Dr. Haryoto Lumajang.(kln/u'ul)
Kapolres Lumajang AKBP Susanto mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi, dugaan sementara yang melatar belakangi aksi pembacokan itu karena adanya unsur dendam atau persoalan pribadi lainnya. "Kalau dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, itulah sementara informasi yang kita dapatkan," ungkap Kapolres.
Kapolres mengaku akan terus mendalami peristiwa ini, untuk mengetahui apa sebenarnya motif pembacokan itu. Awalnya pihak kepolisian menduga jika peristiwa itu dilatar belakangi karena adanya unsure kejahatan jalanan (street crime) yang dilakukan pelaku untuk merampas harta korban. "Dalam waktu dekat akan bisa mengungkap semuanya, untuk itulah segala upaya telah dilakukan pihaknya," jelasnya.
Sementara untuk korban sendiri saat ini masih dalam perawatan intensif pihak rumah sakit Lumajang. Setelah melakukan operasi penyambungan beberpa urat tangan korban yang putus, kini korban kabarnya telah masuk diruang perawatan RS. Dr. Haryoto Lumajang.(kln/u'ul)

- KPU Lumajang Mengelar Seminar Meningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pemilu dan Pilkada
- Pengedar Pil Setan Ditangkap Polisi
- Tangan Kiri Pegawai BPS Nyaris Putus, Usai Dibacok Orang Tak dikenal
- Masyarakat Menagih, Bupati Ingkar
- Beratkan Rakyat, Raperda Biaya Berobat Rumah Sakit Pemerintah Dikaji Ulang Dewan



