,


Selasa, 05 Juni 2012 - 17:47:49 WIB
Mental Juara Euro 2008 Spanyol Siap Meledak
Kategori: Olahraga - Dibaca: 530 kali

kabarbola - Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina perhelatannya tinggal hitungan hari lagi. Inilah 16 tim unggulan Benua Biru melakukan ajang kontestasi si kulit bundar untuk tampil sebagai the best. Peran pemain sangat menentukan. Namun demikian, posisi pelatih, arsitek tim, dan tactician tak kalah strategisnya. Siapa saja pelatih yang menukangi 16 tim yang berlaga di Piala Eropa 2012 itu. Berikut laporannya:

Datang ke Polandia dan Ukraina sebagai incumbant. Spanyol bersama Jerman dan Belanda difavoritkan sebagai tim juara. Timnas negeri Matador ini dalam 4 tahun terakhir terus menjadi perhatian dan sorotan penggila bola internasional. Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Tugas berat diemban Vicente del Bosque González, arsitek Spanyol.

Bagi tactician kelahiran Salamanca, Spanyol pada 23 Desember 1950 itu, perhelatan Piala Eropa itu sama beratnya dengan Piala Dunia. Tim-tim Benua Biru, Eropa, selalu mendominasi mahkota juara Piala Dunia, selain tim Amerika Latin dan Amerika Selatan. La Furia Roja--sebutan Timnas Spanyol--akan mengawali kampanye Euro dengan menghadapi Italia, 10 Juni, kemudian ditantang Republik Irlandia (14 Juni) dan Kroasia (18 Juni).

Kenyang sebagai pelatih klub profesional, seperti Real Madrid dan Besiktas JK, Bosque datang ke Polandia dan Ukraina dengan beban amat berat. Spanyol tim juara bertahan dan jutaan suporternya pasti memiliki ekspektasi tinggi: Spanyol membuat sejarah sebagai tim yang pernah merebut juara Piala Eropa 2 kali berturut-turut.""Saya pikir kita memang memiliki tekanan berat. Namun kami akan menjadikan beban itu sebagai motivasi untuk mencoba bermain sesuai standar," ujar Bosque

Tak hanya sebagai juara bertahan, Spanyol memiliki catatan prestasi cukup jempolan di ajang Piala Eropa. Spanyol menjadi negara yang pernah 2 kali mengangkat trofi Piala Eropa. Pertama pada 1964 ketika Spanyol sebagai shohibul bait (tuan rumah). Spanyol saat itu kutub penting sepakbola internasional. Di Piala Eropa 1964, ketika mereka menjadi tuan rumah, tim Spanyol dengan pemain tengah yang tampil sebagai bintang Luis Suarez tampil sebagai jawara. Jejak itu diteruskan Spanyol pada Piala Eropa 2008, dengan bintang Fernando Torres, yang membawa tim negara ini mengangkat trofi kali kedua setelah di babak final mengandaskan ambisi Jerman.

Di sisi lain, Spanyol datang ke Polandia dan Ukraina tidak dengan kekuatan terbaiknya. Setidaknya ada 2 pemain pilar Spanyol yang memperkuat tim ini pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dipastikan absen karena cedera. Keduanya adalah Carlos Puyol (belakang) dan David Villa (depan). "Mereka semua itu baik, meski tahu tak bersama kami," kata Bosque.

“Kami kehilangan dua pemain kunci. Puyol salah satu di antaranya. Dia seorang pemimpin, bek luar biasa,” kata Bosque. Demikian pula absennya Villa, menurut Bosque, merupakan kehilangan besar bagi Spanyol. Sebab, Villa mampu membuktikan dirinya sebagai targetman terbaik Spanyol saat ini karena mampu melesatkan banyak gol ke gawang lawan sehingg dia menjadi top skor. "Tanpa Villa, kami kehilangan pemain yang sangat penting,” ungkapnya.

Kendati minus Puyol dan Villa, Spanyol tetap tim yang dihuni talenta-talenta berbakat dan digembleng dalam kompetisi profesional yang berjalan sangat ketat. Sebagian besar punggawa Spanyol berasal dari Real Madrid dan Barcelona: dua klub profesional papan atas dunia.

Para punggawa Spanyol di Piala Eropa 2012 Polandia dan Ukraina itu antara lain: Penjaga gawang, Iker Casillas (Real Madrid), Pepe Reina (Liverpool), Victor Valdes (Barcelona). Pemain belakang, Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Sergio Ramos (Real Madrid), Juanfran (Atletico Madrid), Jordi Alba (Valencia), Raul Albiol (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona), Javi Martinez (Athletic Bilbao).

Selanjutnya, lini tengah bakal dihuni Xavi (Barcelona), Sergio Busquets (Barcelona), Andres Iniesta (Barcelona), Xabi Alonso (Real Madrid), David Silva (Manchester City), Santi Cazorla (Malaga), Cesc Fabregas (Barcelona), Juan Mata (Chelsea), dan Jesus Navas (Sevilla). Sedangkan lini depan ditempati antara lain, Pedro (Barcelona), Fernando Llorente (Atheltic Bilbao), Fernando Torres (Chelsea), dan Alvaro Negredo (Sevilla).

Mewarisi kursi pelatih sebelumnya, Luis Aragones, yang mempersembahkan gelar Piala Eropa 2008, keberhasilan Bosque membawa Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan merupakan prestasi yang tak disangka-sangka. Di babak final bertemu De Oranje (Belanda), banyak pengamat dan penggila bola dunia yang menjadikan tim negeri Kincir Angin sebagai jawara. Maklum, di Afrika Selatan itu Belanda kali ketiga masuk babak final Piala Dunia setelah final di Jerman (1974) dan Argentina (1978). Tapi, Bosque mampu membalikkan semua prediksi itu.

Bosque dikenal sebagai arsitek yang lemah-lembut, bersahaja, dan pernyataan-pernyataannya terukur. Dia terlihat kebapakan, sabar, dan pendiam sehingga relatif tak ada hal-hal tak produktif yang meletup di tim Spanyol. Bosque terbuka atas kritikan dan usulan taktik yang digunakan saat bermain. "Passion saya di sini berusaha menghasilkan sesuatu untuk Spanyol. Sebab, tugas pelatih itu sama pentingnya dengan pemain," tegas Bosque.(kln/bjc)