,


Selasa, 24 April 2012 - 18:41:42 WIB
Terkait Pertambangan, IMMS Sesalkan Sikap Pemkab Lumajang
Kategori: Peristiwa - Dibaca: 341 kali

kabarlumajang -  Pertambangan Pasir besi di Blok Dampar- Kajaran yang merupakan wilayah PT. IMMS dalam kurun 2 bulan terakhir marak aksi illegal mining. Hasil pemantau dan penyelidikan dari PT. IMMS dilakukan oleh 5 kelompok koorporasi yang tidak memliki ijin pertambangan sehingga disinyalir negara dirugikan.

Ketua Divisi Pemberdayaan Masyarakat PT. IMMS, Agus Amir Subhan mengatakan, maraknya illegal mining oleh 5 kelompok sudah dilaporkan pada Pemkan Lumajang dan Kepolisian, tetapi tidak ada tanggapan. Ini jelas merugikan kami selaku investor, karena dampak kerusakan lingkungan yang paling dirasakan.

"Laporan baik lisan dan tulisan resmi sudah, tetapi pemkab lepas tangan dan kepolisian hanya melaklukan penyelidikan tanpa ada tindakan tegas ," jelas Agus pada wartawan Selasa(24/04/2012).

PT.IMMS berharap pada pemkab yang memiliki regulasi untuk turun tangan, karena 5 koorporasi ada yang mengaku mengantongi ijin dari pejabat. Sedangkan aparat kepolisian dari laporan illegal mining hanya melakukan penyelidikan, tidak menangkap pelakunya.

"Yang dirugikan negara dan kami selaku pemegang ijin," jelasnya.

PT. IMMS memantau 5 kelompok pelaku illegal mining melakukan aksinya di 25 titik dengan kerusakan lingkungan yang parah. Hasil kalkulasi kerugian negara dari illegal mining dalam 2 bulan terakhir Rp. 48 milyar kotor . "Mereka mencuri kekayaan negara yang perlu ditindak, kalau dibiarkan negara bisa bangkrut," papar Agus. (adm/red)