,


Minggu, 11 Maret 2012 - 19:04:06 WIB
Kenapa? Gunung Semeru dan Lemongan Mengeliat
Kategori: Sejarah dan Budaya - Dibaca: 5731 kali

Kabarlumajang - Sebuah kejadian aneh dan mengagetkan bagi masyarakat Lumajang, Dua Gunungnya yakni Semeru dan Lemongan tiba-tiba meningkatkan aktivitas Vulkanisnya. Ini kejadian yang mengagetkan bagi masyarakat jawa kuno dan masih percaya akan kekuatan tertentu yang mempengaruhi kedua Gunung bisa aktif kembali.

Gus Mohal asal Kota Lumajang mengatakan, Gunung Lemongan yang ikut-ikut mengeliat seperti Semeru bertanda bahwa di Lumajang sudah ada sebuah kerusakan bagi moral masyarakat. Sehingga, Gunung Lemongan yang lama tertidur, akhirnya bagun untuk mengabarkan kekuatanya masih tersimpan untuk memberikan bencana.

"Kalau orang biasa dan yang memiliki akal, gunung Lemongan dan Semeru mengeliat ini dikarenakan fakto alam atau kegiatan magama dalam bumi, tetapi bagi orang jawa dan madura kuno memiliki pandangan yang berbeda," ungkap Mohal yang memiliki nama  Ki Suroto Joyo Dwipo.

Menurutnya dia, Gunung Lemongan dan Semeru mengeliat dikarenakan adanya kerusakan moral dan kerusakann lingkungan. Sehingga, akan merusak alam Lumajang dan penghuninya. "Mari kita rasakan, di Lumajang saat ini bagaimana, kondisi alam, kondisi warganya dan pemimpinya,' terangnya.

Ki Suroto ini mencotohkan, Bencana Gempa Bumi di Bantul-Jogyakarta yang mengarah ke Solo, oleh spiritualis mengangap peristiwa itu yang datangnya dari Sang Maha Kuasa, karena yang dilewati Gempa orang-orangnya sudah rusak. Hal ini, juga dirasakan warga Bantul hingga SOlo untuk merubah perilakuknya yang cenderung jauh dari agama, adat istiat dan budaya yang ditinggalkan.

"Menurut dugaan saya, sekarang di Lumajang sedang terjadi kerusakan alam dan lingkungan demi perutnya sendiri, korbanya masyarakat. Mari kita ingatkan, karena perilaku sekelompok orang, dampaknya sangat luar bisa bagi masyarakat kaki Gunung Lemongan dan Semeru," paparnya.

Ki Suroto berharap semua pemimpin lumajang, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen peduli Lumajang untuk bersama-sama mencegah murka Allah dan melakukan perintah-Nya. Do'a bersama atau selametan budaya Lumajang kuno, tujuanya demi keselamatan Lumajang seutuhnya. (adm/kln)